Hasil Penyelidikan TKP Kematian Keluarga di Glamping Temanggung, Dua Kemungkinan Penyebab

Hasil Penyelidikan TKP Kematian Keluarga di Glamping Temanggung, Dua Kemungkinan Penyebab

Penyelidikan Kasus Kematian Empat Orang dalam Satu Keluarga di Lokasi Glamping

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kematian empat orang dalam satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia di lokasi wisata glamping di Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Glamping adalah konsep berkemah dengan fasilitas modern, menggabungkan kata glamour dan camping.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (27/5/2026). Dari hasil pemeriksaan sementara tim kedokteran forensik, ada dua dugaan penyebab kematian, yaitu keracunan makanan atau keracunan gas karbon monoksida (CO).

Gas CO adalah zat beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau, biasanya dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna, termasuk saat barbeque. “Dari hasil pemeriksaan sementara tim kedokteran forensik, kemungkinan dugaannya ada dua, yaitu keracunan makanan atau keracunan gas akibat pembakaran masak-masak yang dilakukan keluarga tersebut,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, I Komang Mahendra Deputra, dalam dialog di Kompas TV, Kamis (28/5/2026).

Hasil Olah TKP

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa satu set kompor gas portable dan sisa makanan yang diduga dikonsumsi para korban sebelum meninggal dunia. “Baik, kalau dari hasil olah TKP dan penyelidikan kami, yaitu ditemukan satu set kompor gas portable yang dibawa langsung oleh korban dari awal masuk hingga ditemukannya meninggal dunia,” ucapnya.

Polisi menjelaskan, keluarga tersebut tiba di lokasi wisata pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB untuk berkemah. Pada malam harinya, mereka diketahui sempat melakukan aktivitas bakar-bakar atau barbeque di bagian depan tenda. “Satu keluarga ini melaksanakan bakar-bakar atau barbeque tepat di mulut tenda atau kita sering sebut di terasnya.”

Menurut polisi, asap hasil pembakaran diduga masuk dan terperangkap di dalam tenda yang bersifat kedap udara. Kondisi cuaca dingin di kawasan wisata membuat tenda ditutup rapat saat para korban beristirahat. “Jadi di teras tersebut kemungkinan karena tenda ini kedap air atau kedap udara, sehingga setelah bakar-bakar asap ini mungkin terkumpul di dalam tenda tersebut.”

Kejanggalan Kematian

Kejanggalan mulai terungkap saat petugas tempat wisata mendatangi area glamping pada Rabu (27/5/2026) sore karena keluarga tersebut belum melakukan check out hingga pukul 12.00 WIB. Saat pintu tenda dibuka, empat orang ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi tubuh kaku. Keempat korban masing-masing berinisial MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21).

“Iya betul. Jadi berdasarkan hasil penyelidikan awal dari tim medis itu memberikan dugaan awal itu ada dua, keracunan kemungkinan dari makanan atau keracunan dari gas CO hasil pembakaran dari masak-masak BBQ tersebut,” ucapnya.

Kronologi 4 Sekeluarga Tewas Saat Camping di Temanggung

Polisi mengungkap kronologi penemuan empat orang dalam satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia saat berkemah di sebuah objek wisata di Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, I Komang Mahendra Deputra, mengatakan peristiwa bermula ketika rombongan keluarga tersebut datang ke lokasi wisata untuk camping.

Menurutnya, para korban tiba di area perkemahan pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka kemudian mendirikan tenda dan bermalam di lokasi wisata tersebut. Keesokan harinya, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 11.45 WIB, petugas tempat wisata sempat mengingatkan para korban agar segera melakukan proses check out karena area camping akan dibersihkan.

"Petugas wisata sempat mengingatkan para korban untuk segera melakukan proses 'check out' karena lokasi area perkemahan akan dibersihkan. Namun, saat itu tidak ada respons dari dalam tenda," kata Mahendra, seperti dikutip Antara. Karena tidak ada jawaban dari dalam tenda, petugas kembali mendatangi lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat pintu tenda dibuka, petugas dibuat terkejut karena keempat korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi tubuh kaku.

Peristiwa tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tim gabungan dari Identifikasi Polres Temanggung dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi korban. Keempat korban diketahui berinisial MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21). Mereka merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi juga mengamankan sampel makanan yang diduga dibawa dan dikonsumsi oleh para korban selama berkemah. "Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum berani mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan, begitu juga dengan pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng," tutur Mahendra.

Meski penyebab pasti masih menunggu hasil autopsi dan uji laboratorium, polisi menduga sementara para korban meninggal akibat keracunan. Hingga kini, aparat kepolisian telah memeriksa empat orang saksi untuk mendalami penyebab tragedi tersebut. Pemeriksaan intensif dilakukan sejak Kamis pagi pukul 08.00 WIB.

Pihak kepolisian menegaskan, setelah seluruh proses autopsi dan identifikasi selesai, jenazah para korban akan segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.


Lebih baru Lebih lama