Membawa Keuntungan ke Luar Negeri


Bisnis kerajinan yang menggunakan bahan alami dan daur ulang kini menjadi salah satu bidang usaha yang menarik minat banyak orang. Windu Sinaga dan istrinya adalah contoh nyata dari individu yang berhasil mengubah keinginan untuk memiliki usaha sendiri menjadi realitas. Mereka mendirikan Indo Risakti di Bantul, Yogyakarta, pada tahun 2012.

Sebelum memulai bisnis ini, Windu bekerja di perusahaan multinasional, sementara istri Windu sudah lama terlibat dalam industri furnitur selama sekitar 10 tahun. Awalnya, mereka hanya ingin memberikan dukungan kepada keluarga dan mewujudkan impian memiliki usaha sebelum berusia 40 tahun.

Alasan utama Windu masuk ke dunia kerajinan adalah melihat potensi besar dari material alami Indonesia dan kerajinan tangan lokal yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional. Oleh karena itu, Indo Risakti fokus pada produk dekorasi rumah dengan bahan serat alam dan material daur ulang.

Produk yang dihasilkan oleh Indo Risakti antara lain keranjang, kotak hias, dekorasi dinding, cermin, aksesori lampu, serta berbagai produk dekoratif lainnya. Karena menekankan kerajinan tangan dan material alami, Indo Risakti menyasar segmen menengah hingga premium, dengan harga mulai dari Rp 200.000 per item.

Semua desain produk dibuat sendiri oleh Windu. Setelah desain selesai, proses produksi dilakukan dengan bekerja sama dengan para perajin lokal. Seperti usaha lainnya, Windu juga memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar. Hasilnya, Indo Risakti sukses menembus pasar global.

Di awal usaha, Indo Risakti hanya melayani ekspor ke dua negara saja. Namun, seiring waktu dan keunikan produk home decor yang mereka buat, pasar ekspor semakin luas. Saat ini, produk Indo Risakti telah menjangkau 10 negara, yaitu Amerika Serikat (AS), Belanda, Prancis, Korea Selatan, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Qatar, Inggris, Swedia, dan Singapura.

Dari sisi penjualan, kapasitas ekspor yang awalnya hanya sekitar satu kontainer per bulan, kini meningkat menjadi rata-rata tiga hingga empat kontainer setiap bulan. Keberlangsungan usaha Indo Risakti didukung oleh 20 karyawan internal dan lebih dari 300 perajin lokal. Jumlah ini meningkat dibanding tahun-tahun awal usaha yang hanya bermitra dengan sekitar 50 perajin.

Melihat hasil tersebut, Windu bersiap untuk memperluas pasar Indo Risakti. Tahun ini, fokusnya adalah memperluas pasar ekspor. "Kami berharap, tidak hanya mengandalkan pasar ekspor mainstream seperti AS, tapi juga negara-negara potensial lainnya di tahun ini," ujar Windu.

Untuk mencapai target tersebut, dia akan memperkuat pemasaran digital. Selain itu, Windu juga merencanakan untuk membangun gudang dan showroom milik sendiri, yang sebelumnya masih disewa. Rencana lainnya adalah mengembangkan tim desain agar lebih responsif terhadap pasar dan eksplorasi material alami yang lebih berkelanjutan.

Lebih baru Lebih lama